Klise

Ada banyak kata, frase, atau kalimat indah yang bemakna dalam. Yang sering orang dengung-dengungkan dan menjadi andalan dalam berargumen, bernasehat, atau beretorika tentang sebuah tema.

Klise. Sebuah kata yang dalam KBBI memiliki beberapa arti. Pertama, klise adalah gambar negatif pd film potret. Ini berarti klise dalam arti sebuah benda. Kedua, keping atau pelat berisi gambar yg agak menonjol untuk dicetakkan dengan  cetak tinggi. Ini juga berarti benda. Memang, sebelum dunia digital berteknologi tinngi menyentuh dunia, klise adalah sebuah benda yang diberikan oleh studio foto pada anda setelah anda berfoto. Fungsinya, saat foto habis, klise dapat digunakan untuk mencetak kembali foto anda. Kalo sekarang, cukup memori untuk menyimpan foto baik di flashdisk, handphone, harddisk, dan lainnya, Anda akan mudah untuk mencetak foto. Seperti ini gambarnya.

Tapi, bukan klise itu maksud saya.

Arti selanjutnya adalah gagasan (ungkapan) yg terlalu sering dipakai. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya di awal tulisan. Mendekati apa yang saya maksud. Dan arti keempat adalah tiruan; hasil meniru. Arti yang terakhir sepertinya mengacu pada klise sebuah benda bahwa gambar dalam klise adalah tiruan gambar dari sebuah foto. Jika anda kehilangan foto bersejarah, asalkan memiliki klise, maka foto anda akan kembali ke tangan anda. Tapi, lagi-lagi bukan itu yang saya maksud.

Klise seperti sebuah kata, frase, atau kalimat yang sering didengungkan orang. Biasanya terdengar indah. Dan banyak orang mengatakannya bernada sinis. “Ahhh…Klise…”. Tahukah Anda mengapa begitu? Karena beberapa klise bernilai utopis, bias. Seperti tidak akan pernah terwujud atau sangat lama untuk akhirnya bisa diwujudkan. Walaupun tidak semua klise. Karena pada akhirnya, klise menjadi sebuah hal yang relatif. Tidak semua frase adalah klise bagi sebagian orang, tapi bagi sebagian yang lain, bisa jadi iya.

Saat frase ‘Semua akan Indah pada waktunya’ begitu indah, sering, menenangkan bagi si pengucap dan pendengar, tapi tidak untuk saya. Bukan karena saya tidak percaya akan hal itu. Saya percaya bahwa suatu hal akan terasa indah pada saat yang tepat layaknya saya mempercayai adanya surga. Tapi, entah mengapa saya benci mendengar hal itu, terlebih dikhususkan pada saya saat seseorang berucap. Apalagi dalam konteks menasihati. Please don’t use this phrase if you want to say something with me. Mengapa? Karena buat saya itu klise.

Hingga saya bertanya pada seorang teman, kira-kira mengapa saya membenci hal tersebut dan dijawablah, “ karena gak tau kapan waktunya. Dan lo termasuk orang yang gak suka dengan kata-kata yang bermakna ambigu dan tidak jelas.”

“You’re Right”, saya katakan padanya. Sebagai seorang wanita, kadang saya banyak berpikir logis ketimbang perasaan. Yang ada saya malah seperti tidak berperasaan, terlampau cuek dan sangat sulit menghayati posisi yang bukan diri saya. Bukan dalam hal acting. Mungkin acting juga. Tapi, saya tidak tahu pastinya karena saya belum pernah acting sepertinya. Lebih tepatnya dalam kehidupan sehari-hari. Karena karakter bermain setiap harinya dalam episode hidup.

Secara logis, frase itu sangat klise, terlalu muluk, terlalu jauh seperti sulit dijangkau walaupun saya sangat mempercayai derajat kebenarannya. Sedikit sulit menggambarkan apa yang saya rasa dan pikir tentang frase tersebut. Mungkin tepat (benar tidak selalu tepat, tapi tepat insya Allah benar) karena ketidakjelasan kapan waktunya. Ya, soalnya kalo waktunya jelas juga jadi gak seru. Ahh, peduli amat seru atau tidak. Saya hanya butuh kejelasan tentang sesuatu yang sedang saya tunggu.

 

Advertisements

5 thoughts on “Klise

      • iya emang bener, cuman pengertian klise yang saya tau adalah, sesuatu yang sudah sering kita dengar, biasa, mainstream, dan saking seringnya makin pudar makna yang terkandung didalamnya.
        sebagai diskusi aja, bagaimana dengan orang cacat yang kita gak kenal tapi kita merasa iba dibuatnya? terus ngebantu dia, bukankah itu sebuah bentuk saling menyanyangi? dan bagaimana dengan teman yang kita kenal tapi karena satu dan lain hal jadi musuhan dan saling benci?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s