Super Random #5

Kadang saya ingin sekali satu hari aja free ga keluar kosan. Duduk manis ngerjain LI, nonton film, apa, dan apa. Tapi, itu rasanya hanya akan menjadi khayalan. Karena nyatanya, selesai agenda yang satu, segera dapet jarkom agenda berikutnya. Selesai urusan satu, dapet urusan lain yang harus dikerjain. Dan parahnya, kalo belum dikerjain itu beban pikiran banget.

Tapi begitulah hidup. Bagi saya dan sebagian besar lainnya berpikir bahwa hidup ini bukanlah untuk kita sendiri. Ada hak orang lain di sana yang harus kita pikirkan. Ada puing-puing pahala yang harus kita ‘pungut’ melalui waktu yang kita sediakan untuk memikirkan umat. Sekecil apapun, yakinlah, selama itu kebaikan, Allah akan mencatatnya sebagai amal kebaikan.

Lalu, istirahatnya kapan? Di surga Insya Allah.. 🙂

Advertisements

Super Random #4

Saya selalu dan amat sangat suka pada sebuah kutipan..

“Adakah yang lebih indah dari dua jiwa yang saling menunggu, tapi diam-diam menyebut nama dalam doa..?” -anonim-

Layaknya Ali dan Fatimah. Begitulah keduanya mengajarkan kita tentang kesucian cinta. Maka, kita yang mencintai kesucian, pastilah merasakan syahdunya kutipan di atas.

Sebaliknya, jika kita lebih mengedepankan akal tentang cinta, kita akan disibukkan mencari pembenaran bahwa cinta dan kecocokan harus mendahului ijabsah dengan alasan ‘agar tidak membeli kucing dalam karung’ yang bisa berujung maksiat. Tak akan pernah ada bahasa saling menunggu, tak pernah ada cerita diam-diam. Semua indahnya telah terserap dalam nafsu pembenaran akal.

Sabarlah. Karena kita hanya akan mendapatkan apa yang akan menjadi hak kita, yang senilai dengan kita. Itu jelas. Allah yang menjanjikan. Lantas, mengapa kita harus khawatir tentang orang baik yang kita rindukan kehadirannya jika kita memang baik (atau setidaknya selalu berusaha menjadi baik dimata Allah dan manusia).?