Sang Anomali

Mengapa harus ada makhluk yang pembelotannya sangat jauh dari teman-teman sejenisnya? Katanya perempuan itu lebih banyak pakai emosi dan perasaan. Lalu kenapa makhluk satu itu tak mau menundukkan logika pada perasaannya? Mengapa berkata iya sangat sulit sekali saat ruang rasa memberikan dukungan penuh namun tak begitu dengan ruang logika?

Terlalu banyak pertanyaan untuk menjawab keanomalian ini. Kompleksitas alur kehidupan semakin menjadikan makhluk ini anomali. Apa sih keuntungan jadi anomali? Sang anomali pun tak mendapat jawabnya. Hanya ia terlalu keras untuk mempertahankan keanomaliannya. Karena ternyata (mungkin) takdir tetap ingin ia menjadi anomali.

Ada yg mencoba menjawab
@fadhel29: krn yg mudah di pahami terlalu mainstream teh 😀 hahha RT @farahdiputri Mengapa harus menciptakan definisi sendiri yang tak mudah dipahami manusia lain? Kenapa terlalu anomali?

Mungkin iya. Karena sang anomali mencintai antimainstream.. tapi ia tak yakin betul. Lalu karena apa?

Advertisements