Album Dinding

image

Album dinding ini adalah moment-moment tak terlupakan yang terekam dalam kotak-kotak kertas (bukan kertas kotak-kotak) yang terpampang cukup rapi di dinding kamar kosan. Merupakan perjalanan hidup saya sejak menginjakkan kaki di tanah Jatinangor. Ada Tim 16, Kabin Protagonis, A5 FBS, A1 RPS, C4 EMS, Kastil Senat 2012, etc. Mungkin akan bertambah dengan foto kelompok Cibabat, Stase Anak, atau stase-stase lainnya meskipun saat ini foto di papyrus atau Jonas tak seheboh dulu.

Tapi saya selalu senang dan tak pernah bosan untuk berfoto bersama. Atau karena jangan-jangan saya ini banci foto? Hahahaa..
Entahlah, bagi saya, setiap foto ada kenangannya tersendiri. Dan akan selalu dikenang. Seperti saya masih mengenang dengan lekat saat-saat menjadi bagian dari Tim 16 dan merindukannya sangat ketika saya pindah ke bem universitas. Bahkan, ‘rasanya TIM 16’ masih ada sampai sekarang.

Begitulah foto berkisah.

Seorang kawan mengomentari profile picture saya yang menggunakan foto grid yang juga merupakan gabungan foto-foto lain yang hanya ada softcopy-nya..

“Kalo diliat-liat, itu kayak perjalanan hidup lo ya.. Mungkin nanti ada foto gw jg..”
“Dalam rangka apa ada foto lo?”
“Dalam rangka mewujudkan kehidupan kita bersama.. :)”

Hazzegg, sempet ajee ngemodus. –“

Advertisements

Welcome

Sudah lama sekali saya tidak menulis. Tidak bercerita. Padahal sudah satu bulan lalu saya menjalani kehidupan baru di Rumah Sakit. “Welcome to the Jungle”. Menjadi warga tetapnya untuk 1,5 tahun ke depan. Artinya, banyak sekali cerita saya selama sebulan ini.

Dan cerita yang sangat menarik untuk diceritakan adalah Jaga Malam. Aaa…. dahulu, saya tak terpikir bagaimana rasanya jaga malam tanpa tidur. Ya, tanpa tidur di malam hari. Mungkin beberapa pekerjaan mengharuskan karyawannya bekerja malam hari. Tapi, siangnya istirahat.

Tapi, jaga malamnya sang dokter dan calon dokter ini sungguh luar biasa. Jika mendapati jadwal jaga, segera pasang badan dan jangan pernah sekali-kali membayangkan kasur. Pagi ngoas, selesai jam 3 atau 3.30 sore, segera ganti baju jaga karena jaga dimulai pukul 4 sore. Dan… baru akan selesai jam 6 pagi besoknya. Lalu jam 7 paginya mulai lagi kegiatan per-koas-an.

Jangan ditanya bagaimana rasanya. Membayangkan saja rasanya sudah bikin kepala penat. Dan jika merasakan, yah.. begitu. Tapi itu adalah rutinitas yang harus dijalankan. Mau tidak mau. Suka tidak suka. Pasien adalah yang paling utama dari dirimu sendiri (setelah universal precaution ya pastinya).

Tidur menjadi barang berharga. Begitulah dokter. Maka, jika pasanganmu nanti seorang dokter, banyak sekali yang harus kau pahami dan maklumi. Maklumilah kalau ia bisa tidur (postjaga) dimana saja, kapan saja, dalam keadaan apa saja 🙂