Sendiri

Aku menahannya. Sendiri. Lebih tepatnya aku berusaha bertahan. Berusaha. Ya, berusaha, karena memang diperlukan usaha berlebih untuk bertahan menahan beban itu sendiri tanpa siapapun tau.

Aku berusaha menutupnya. Sendiri. Meski kawan dekatku banyak. Aku berusaha antara berdiri di atas kaki sendiri dengan tidak menyusahkan kawan-kawanku. Meski aku yakin mereka tidak akan segitunya merasa disusahkan dengan cerita-cerita ‘sampah’ku.

Aku menyimpannya. Sendiri. Luka dan beban itu. Meski kadang aku lelah dan sakit. Tapi aku yakin aku bisa. Sendiri. Bukankah selama ini aku melakukan apapun sendiri?

Advertisements

One thought on “Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s