Tentang Cantik

Akhir-akhir ini, kata cantik jadi hal yang sering saya dengar. Tentang nominasi tercantik di angket ‘ter-bla3x’ nya BEM, dikomentarin oleh seorang kawan tentang ketidakcantikan, baca tumblr orang yang nulis tentang cantik.

Ah, cantik kini jadi kata yang mematikan tidak hanya bagi pria tetapi juga wanita itu sendiri. Saya melihat fenomena itu jelas. Melingkari kehidupan saya. Melihatnya nyata di dekat saya. Seorang teman yang setiap bulannya membeli krim wajah di klinik kecantikan ternama, membeli produk diet terkenal dan sangat mengurangi porsi makannya. Repot sekali ya, menjadi cantik itu.

Pada akhirnya, cantik itu juga punya persepsinya sendiri. Kalau kata orang, cantik itu relatif. Seperti halnya saya. saya bisa menilai dengan mudah seseorang yang tidak saya kenal yang saya temui saat itu juga apakah cantik atau tidak. Hanya dari sebatas fisiknya saja. Tetapi, jika ia adalah orang yang saya kenal, meski wajahnya cantik, saya tidak akan semudah itu mengatakannya cantik. Akan tetapi, akhirnya saya memadukan kata cantik (bagi orang yang saya kenal) merupakan gabungan antara fisik yang tidak kucel, perilaku, karakternya, dan cara berpikir. Perilaku (akhlak) menjadi poin teratas penilaian saya tentang cantik. Diikuti karakter dan cara berpikir. Dan terakhir justru tentang cantiknya wajah itu sendiri yang menempati posisi terakhir dalam penilaian cantik.

Banyak teman-teman saya yang cantik. Sangat mudah menemukannya di fakultas saya berkuliah. Hanya saja saya sering menyayangkan kecantikan wajahnya menjadi minim, bukan karena saya sok tahu dengan mengatakan perilaku dan karakter mereka kurang baik. Akan tetapi, dari cara berpakaian saja, saya bisa menilai meski tidak menyeluruh. Ah, karena setiap orang punya persepsinya sendiri tentang cantik.

Seperti kawan laki-laki saya. yang saya tangkap dari dialog bersamanya, cantik itu adalah fisiknya dulu, dan baginya fisik dan cantik memainkan porsi besar dalam pertimbangan dirinya memilih pasangan. Awalnya saya sempat tertawa dan membatin, “kayak anak SMP nyari pacar”. Tapi, biarlah, hak kawan saya. jadi teringat sebuah kutipan

Sesungguhnya tak ada wanita yang sangat cantik, yang ada ialah pria yang sangat lemah bila berhadapan dengan kecantikan.

Ya, ini mungkin juga menjadi jawaban atas diskusi-diskusi panjang tentang korupsi dan pertanyaan seorang partner saya di Kastrat BEM. “kenapa ya korupsi sering dikaitkan dengan wanita?”. Get the point.

Kemudian dalam sebuah tumblr, ada seorang laki-laki yang juga berkomentar soal cantik. Bahwa menurutnya, cantik itu adalah saat seorang wanita bisa tahu tentang harga dirinya. Tak mudah dilihat cantiknya oleh banyak orang. karena cantik fisik itu sejatinya tak bisa dinikmati oleh banyak mata. Hanya mata tertentu yang harusnya halal untuk melihat. Oke akan saya sertakan tulisannya.

http://tmblr.co/Z8QR6y12t11wi >> Harga Cantik

Cantik. Saya rasa kata itu semakin mengalami peyorasi. Dahulu, cantik identik dengan inner beauty dan begitu digembar-gemborkan. Kini, cantik tidak hanya soal inner beauty. Bagaimana pun, outer beauty alias wajah cantik memiliki porsi besar dalam penilaian tentang cantik. Seperti iklan yang berlomba-lomba membuat persepsi cantik. Bahwa cantik adalah tinggi semampai, langsing, berkulit putih, dan rambut hitam berkilau.

Lantas, menurutmu cantik itu apa?

Advertisements