Antara Waktu dan Menunggu

Satu tahun itu sungguh tidak lama. Waktu sangat cepat berputar. Jadi, menunggu seseorang bukanlah soal waktu. Bukan, bukan waktu yang membuat khawatir menunggu, melainkan dosa-dosa apa saja yang mendapati kita dalam masa menunggu itu. Apalagi jika kita harus berinteraksi.

Advertisements

Super Random #6

Kalau ternyata Allah menakdirkan saya menikah dengan seorang dokter, saya ingin membangun dinasti. Dinasti kedokteran. Pernikahan dua dokter itu merupakan benih terbentuknya dinasti kedokteran. 😀

Takut, Harap, Cinta

“Kelompok pertama keadaannya seperti orang yang beramal karena ikatan Islam dan iman semata. Kelompok kedua keadaanya seperti orang yang beramal karena dorongan rasa takut dan harap atau cinta. Orang yang takut akan tetap bekerja kendatipun terasa berat. Bahkan rasa takut terhadap sesuatu yang lebih berat akan menimbulkan kesabaran terhadap sesuatu yang lebih ringan kendatipun tergolong berat. Orang yang memiliki harapan akan tetap bekerja kendatipun terasa sulit. Harapan kepada kesenangan akan menimbulkan kesabaran dalam menghadapi kesulitan. Orang yang mencintai akan bekerja mengerahkan segala upaya karena rindu kepada kekasih sehingga rasa cinta ini mempermudah segala kesulitan dan mendekatkan segala yang jauh.”
—  Al-Muwafaqat, Asy-Syatibi.
Ahh, quote ini. sungguh saya suka. Begitulah seharusnya kita berjuang dalam hidup. Berjuang tentang apapun. Penuh rasa harap, takut, dan cinta. Saat berjuang dilliputi rasa takut, maka sesuatu seberat apapun jadi terasa ringan. Ini seperti konsep hormon adrenalin dalam tubuh kita. Di saat ketakutan, tubuh akan memproduksi banyak-banyak si adrenalin sehingga kita punya banyak energi untuk menyelamatkan diri dari apa yang ditakutkan. Maka lari yang sejatinya berat dan terasa malas dilakukan tentu terasa ringan bahkan tidak terasa dilakukan saat kita dilanda ketakutan dikejar anjing misalnya.
 
Berjuang pun baiknya dibarengi dengan rasa harap. Harapan besar kita akan sesuatu tentu bisa jadi motivasi besar dalam perjuangan itu. Karena ia akan berpikir berjuang saat ini adalah merealisasikan harapan masa depan.
 
Dan cinta. Ia adalah energi. Betapa berjuang ditemani cinta akan melahirkan semangat agar segera dipertemukan dengan yang dicinta dan dirindu. Seperti seorang ayah yang bekerja penuh semangat menanti hari sore untuk segera bertemu keluarganya yang meski hanya berpisah beberapa jam tapi mampu mebuatnya rindu. Bekerjanya ia hari itu ditemani cinta keluarganya.
 
Maka, dari rasa takut, harap, dan cinta itulah perjuangan akan menemui labuhannya. Selamat Berjuang.. 🙂
 

 

 

 Reblog